Oleh Ustadz Muhammad Alwan Dzulfaqqor, S. Ag., M. Pd.

Bismillah…

Segala puji milik Allah ﷻ atas kenikmatan yang tidak bisa manusia hitung karena begitu banyak nikmat yang Allah berikan, Sholawat untuk Nabi Muhammad ﷺ selalu kita curahkan atas perjuangan beliau kita masih bisa merasakan nikmatnya belajar memperdalami agama islam.

Munafik adalah sifat buruk yang pada dasarnya dihindari oleh setiap manusia. Namun, sudahkah kita benar-benar memahami hakikat ciri-ciri orang munafik? Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada pada tingkatan paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisā’: 145)

Rosulullah ﷺ bersabda:

مِنْ عَلاَمَاتِ الْمُنَافِقِ ثَلاَثَةٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

“Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, jika diberi amanat, berkhianat.” (HR. Muslim, no. 59)

  1. Jika Bekata, Berdusta (Tidak Benar)

Salah satu tanda orang munafiq adalah perkataan yang dusta atau tidak benar, bagaimana cara kita terhidar dari tanda ini? Bisa kita lihat dari lafadz hadits dari Rosulullah ﷺ “إِذَا حَدَّثَ” “Jika Berkata”.

Pertanyaan: Perkataan siapa yang pasti benar dan tidak mungkin berdusta?

Jawaban: Perkataan Allah dan Juga Rosullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan:

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam…..” (HR. Muslim no. 867)

Firman Allah ﷻ:

وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌ يُوحَىٰ

“dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur`ân) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) “ (Q.S An-Najm:3-4)

Kesimpulan: agar kita tidak menjadi orang munafiq dengan tanda ini, maka seharusnya perkataan dan perbuatan kita sesuai dengan perkataan Allah dan Rosulullah.

  1. Jika Berjanji, Ingkar

Tanda orang munafiq yang berikutnya adalah ingkar terhadap janji, bagaimana cara kita terhidar dari tanda ini? Bisa kita lihat dari lafadz hadits dari Rosulullah ﷺ وَإِذَا وَعَدَ “Jika Berjanji”.

Pertanyaan: Perjanjian atas apa yang pasti benar dan tidak mungkin salah?

Jawaban: Perjanjian makhluk dengan sang Kholik.

Pertanyaan: Apa bentuk Perjanjiannya?

Jawaban:

  1. Syahadat

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

  1. Ikrar yang selalu di ulang ulang

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Setiap perjanjian memiliki kosekuensi, lantas apa konsekuensi atas perjanjian hamba terhadap Rabb nya? Konsekuensinya adalah menjalankan perintah dan meninggalkan larangan. Jika digambarkan akan sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Meninggalkan Larangan

Menjalankan perintah

=

Takwa

Kesimpulan: sebagai seorang hamba kita harus senantiasa menjalankan segala perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah maka kita termasuk orang yang bertakwa, namum ketika kita menjalankan larangan Allah dan meninggalkan Perintah Allah kita bisa masuk kedalam tanda orang munafiq yang kedua, Na’udzubillah.

  1. Jika Diberi Amanah, Khianat

Tanda orang munafiq yang terakhir adalah khianat terhadap amanah yang sudah diberikan. Seperti yang sudah kita bahas pada artikel sebelumnya tentang hakikat amanah manusia yaitu ibadah dan menjadi kholifah. (Q.S Adzariyat:56) (Q.S Al Baqoroh:30)

Ketika kita curang terhadap amanah kita, lalai, menyepelekan bisa jadi kita termasuk orang yang munafiq dan menjadi orang yang celaka.

Sebagai contoh, Firman Allah ﷻ:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ، ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya”

(Q.S Al Maun :4-5).

Orang yang lalai dalam ibadahnya termasuk orang yang celaka dan bisa tergolong orang yang munafiq, terkadang ini adalah sesuatu yang biasa terjadi. Kita sering kali lalai dalam mengerjakan sholat, menunda nunda sholat karena kita sedang asik dalam perkara dunia Na’udzubillah.


Kemunafikan adalah bahaya besar yang menggerogoti hati tanpa suara. Karenanya, kewaspadaan dan muhasabah harus selalu hidup di dalam diri setiap mukmin. Dengan mengenali tanda-tandanya, kita berharap mampu menjaga lisan, menepati janji, dan memegang amanah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah ﷻ.

Semoga Allah ﷻ melindungi kita dari sifat-sifat munafik, meneguhkan iman di hati kita, serta menjadikan kita hamba yang jujur, amanah, dan senantiasa istiqamah dalam ketaatan. Āmīn ya Rabbal ‘ālamīn.