Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Malam ini lebih baik dari seribu bulan, Bagi umat Islam, menggapai Lailatul Qadar adalah impian besar, karena di malam ini Allah SWT melimpahkan rahmat, ampunan, dan pengabulan doa.

 Keutamaan Lailatul Qadar:

Allah Ta’ala berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3). Maksudnya adalah ibadah di malam lailatul qadar itu lebih utama dari ibadah di seribu bulan lainnya yang tidak terdapat lailatul qadar.

Dari ayat ini, kita memahami bahwa malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang luar biasa:

Lebih baik dari seribu bulan – Ibadah yang dilakukan pada malam ini memiliki pahala lebih besar dibandingkan dengan ibadah selama 83 tahun.

Kita dianjurkan untuk mencari lailatul qadar dan menghidupkan malamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)

Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ وَالْتَمِسُوهَا فِي كُلِّ وِتْرٍ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, carilah pada malam-malam ganjil.” (HR. Bukhari, no. 2027 dan Muslim, no. 1167)

Lailatul qadar hanya terbatas pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, yang diharapkan terjadi pada malam ke-21, 23, atau 27. Lailatul qadar bisa terjadi pada malam ke-21 sebagaimana disebutkan riwayatnya dari Abu Sa’id Al-Khudri. Lailatul qadar bisa terjadi pada malam ke-23 sebagaimana disebutkan riwayatnya dari ‘Abdullah bin Unais. Dalam hadits ‘Ubadah bin Ash-Shamit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mencari lailatul qadar pada malam ke-25, 27, 29. Dalam hadits Mu’awiyah disebutkan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke-27.

Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Bulughul Marom hadits no. 705 menyebutkan hadits Mu’awiyah,

وَعَنْ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا, عَنْ اَلنَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ: – لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ – رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَالرَّاجِحُ وَقْفُهُ.

وَقَدْ اِخْتُلِفَ فِي تَعْيِينِهَا عَلَى أَرْبَعِينَ قَوْلًا أَوْرَدْتُهَا فِي ” فَتْحِ اَلْبَارِي “

Dari Mu’awiyah bin Abu Sufyan radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata mengenai lailatul qadar itu terjadi pada malam ke-27. Diriwayatkan oleh Abu Daud. Namun pendapat yang kuat, hadits ini mauquf, yaitu hanya perkataan sahabat. Para ulama berselisih mengenai tanggal pasti lailatul qadar. Ada 24 pendapat dalam masalah ini yang dibawakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.

 Amalan yang Dianjurkan untuk Menggapai Lailatul Qadar

Untuk mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai amalan berikut:

1. Shalat Malam (Qiyamul Lail)

Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak shalat malam pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Shalat tahajud dan shalat witir menjadi amalan utama yang dapat dilakukan untuk menghidupkan malam-malam ini.

2. Membaca Al-Qur’an

Mengingat malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan merenungkan ayat-ayat suci-Nya.

3. Berdzikir dan Berdoa

Salah satu doa yang dianjurkan oleh Rasulullah kepada Aisyah untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

(Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku.) (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah)

4. I’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah selalu melakukan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mencari Lailatul Qadar.

5. Bersedekah dan Berbuat Baik

Memberikan sedekah dan membantu sesama menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keberkahan di malam Lailatul Qadar. Rasulullah dikenal sebagai orang yang sangat dermawan, terutama di bulan Ramadan.

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Lailatul qadar itu sebenarnya disembunyikan waktunya pada kita agar kita terus bersemangat mencarinya setiap tahunnya agar kita mencarinya pada akhir Ramadhan terutama pada malam-malam ganjil. Tanda lailatul qadar itu adalah malam tersebut tidak begitu panas, tidak begitu dingin, matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan putih tidak terlalu menyorot. (Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii, 2:223)