Mendidik anak adalah tanggung jawab besar yang tak hanya berpengaruh pada kehidupan dunia, tapi juga akhirat. Dalam Islam, Rasulullah Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam adalah teladan sempurna, termasuk dalam hal parenting. Beliau menunjukkan kasih sayang, kelembutan, dan hikmah dalam membimbing anak-anak, baik anak kandung, cucu, maupun anak-anak dari para sahabat.
Berikut ini tiga tips parenting ala Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam yang bisa dijadikan pedoman dalam mendidik buah hati:
1. Tunjukkan Kasih Sayang Secara Langsung,
Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam sangat lembut dan penuh cinta kepada anak-anak. Beliau tidak segan menunjukkan kasih sayang secara langsung, baik melalui pelukan, ciuman, maupun ucapan.
“Sesungguhnya Rasulullah mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi beliau ada Al-Aqra’ bin Habis. Lalu Aqra’ berkata, ‘Aku memiliki 10 anak, tapi aku tidak pernah mencium seorang pun dari mereka.’ Maka Rasulullah bersabda:
مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ.
‘Barang siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa kasih sayang bukan hanya harus ada, tapi juga perlu ditunjukkan secara nyata. Anak-anak yang tumbuh dengan cinta dan perhatian cenderung memiliki kepercayaan diri dan empati yang tinggi.
2. Didik dengan Lembut, Bukan dengan Kekerasan
Rasulullah tidak pernah mendidik dengan cara kekerasan. Ketika anak melakukan kesalahan, beliau mengarahkan dan menasihati dengan hikmah. Bahkan kepada seorang anak kecil, beliau tetap memperlakukan dengan hormat.
Salah satu contoh adalah hadits dari ‘Umar bin Abi Salamah, ia berkata, “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ » . فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ
“Wahai Ghulam, sebutlah nama Allah (bacalah “BISMILLAH”), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)
Rasulullah mengajarkan tata cara makan dengan lembut, Pendekatan yang lembut tapi tegas seperti ini membuat anak merasa dihargai dan mudah menerima arahan.
3. Libatkan Anak dalam Ibadah dan Aktivitas Positif/ibadah
Rasulullah membiasakan anak-anak dekat dengan ibadah sejak dini, tanpa paksaan. Beliau melibatkan mereka dalam kegiatan keagamaan agar mereka merasa nyaman dan tumbuh cinta kepada Islam.
Bahkan dalam shalat, Dari Abu Qatadah radhiallahu ’anhu, ia berkata:
رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأمامة بنت العاص -ابنة زينب بنت الرسول صلى الله عليه وسلم- على عاتقه، فإذا ركع وضعها وإذا رفع من السجود أعادها
“Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggendong Umamah bintu al Ash, putrinya Zainab bintu Rasulullah, di pundak beliau. Apabila beliau shalat maka ketika rukuk, Rasulullah meletakkan Umamah di lantai, dan apabila bangun dari sujud maka beliau kembali menggendong Umamah” (HR. Bukhari no. 516, Muslim no. 543)
Ini menunjukkan bahwa mengenalkan agama bisa dilakukan dengan cara menyenangkan dan penuh kasih, bukan dengan tekanan.
Mendidik anak ala Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam adalah tentang menciptakan lingkungan penuh cinta, kesabaran, dan keteladanan. Dengan meneladani cara beliau, kita bisa membentuk generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan mencintai agama.
Semoga kita bisa menjadi orang tua yang amanah dan senantiasa berusaha mengikuti jejak Rasulullah dalam membimbing anak-anak kita. Aamiin.




