Seminar Pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug Perkuat Keteladanan dan Sinergitas Pendidik

Ciledug, 24 Agustus 2026 — Alhamdulillah, Seminar Pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug dengan tema “Meneladani Syech Ahmad Surkati sebagai Seorang Pendidik” telah terlaksana di Gedung II SDIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh asatidz Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug, serta beberapa perwakilan asatidz dan pengurus dari Al-Irsyad Al-Islamiyyah Sindanglaut dan Kota Cirebon. Kehadiran para pendidik dan pengurus dari tiga wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan semangat bersama dalam memajukan pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah.

Seminar yang menjadi bagian dari sinergi LPP Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug, Sindanglaut, dan Kota Cirebon ini menghadirkan Ir. Abdullah Syuaib, M.M.Pd., Sekretaris Majelis Pendidikan dan Pengajaran Al-Irsyad Al-Islamiyyah, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Ustadz Abdullah Syuaib mengajak para asatidz untuk mengenal dan meneladani kembali sosok Syekh Ahmad Surkati, seorang pendidik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan zamannya. Beliau tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga berupaya menghadirkan pembaruan dalam pendidikan Islam. Salah satu bentuknya adalah mendorong pendidikan yang lebih terbuka terhadap ilmu pengetahuan serta memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang secara lebih luas, tidak terbatas pada pembelajaran keagamaan semata.

Semangat tersebut menunjukkan bahwa berpegang teguh pada nilai bukan berarti menutup diri terhadap perubahan. Justru, seorang pendidik perlu mampu membaca perkembangan zaman, memahami kebutuhan generasi, dan menyesuaikan cara mendidik tanpa kehilangan prinsip yang menjadi landasannya.

Keteladanan Syekh Ahmad Surkati kemudian menjadi refleksi bagi para pendidik Al-Irsyad untuk terus menghadirkan pendidikan yang berpijak pada nilai, ilmu, dan keteladanan, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman. Semangat inilah yang relevan dengan visi pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug untuk menumbuhkan manusia pembelajar yang mampu bernalar jernih, hidup bersama dalam kepedulian, dan bermanfaat melalui karya.

Seminar juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi merupakan proses memberi tahu, memberi contoh, dan melakukan bersama. Dalam membangun budaya pendidikan yang baik, para peserta diajak menerapkan prinsip RESPECT, yaitu Ramah, Empati, Senyum, Proporsional, Edukatif, Cepat, dan Tuntas. Prinsip ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada karakter dan keteladanan.

Dari keteladanan Syekh Ahmad Surkati tersebut, Ustadz Abdullah Syuaib kemudian menekankan pentingnya rebranding guru di tengah perubahan zaman. Rebranding bukan berarti meninggalkan jati diri dan nilai yang selama ini menjadi landasan, melainkan memperbarui cara seorang guru menghadirkan nilai tersebut agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu terus mengembangkan diri, memperkuat karakter, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan menghadirkan pengalaman belajar yang relevan bagi peserta didik.

Dengan demikian, semangat rebranding guru menjadi kelanjutan dari keteladanan Syekh Ahmad Surkati: tetap teguh pada nilai, tetapi terus bertumbuh dalam cara dan karya. Guru Al-Irsyad diharapkan menjadi pendidik yang siap bertumbuh, berkolaborasi, dan berkarya, sehingga mampu menghadirkan pendidikan yang relevan, berkarakter, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Antusiasme para asatidz dalam mengikuti kegiatan ini pun sangat tinggi. Peserta mengikuti materi dengan aktif dan penuh perhatian, menjadikan seminar sebagai ruang untuk menambah wawasan sekaligus menyegarkan kembali semangat dalam menjalankan amanah sebagai pendidik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik Al-Irsyad Al-Islamiyyah semakin siap untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan berkarya, dengan terus meneladani semangat perjuangan Syech Ahmad Surkati dalam membangun pendidikan yang berlandaskan nilai Islam serta tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dari keteladanan, tumbuh karakter. Dari pendidik yang terus bertumbuh dan berkolaborasi, lahir generasi yang mampu berkarya dan memberi manfaat.