CILEDUG–Pimpinan Cabang (PC) Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug, khususnya Lajnah Pendidikan dan Pengajaran, menyelenggarakan program Sertifikasi Guru Al-Qur’an bekerja sama dengan Majelis Pendidikan dan Pengajaran (MPP) Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 4–5 November 2026.

Program ini merupakan salah satu program MPP Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang dipandang penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an. PC Al-Irsyad Ciledug menyambut baik program tersebut dan berupaya menghadirkannya sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi. Pembukaan, tes tertulis, dan pemaparan Standar Operasional Prosedur (SOP) berlangsung di Masjid Baitul Hidayah Umar bin Khattab, Ciledug Kulon. Sementara itu, tes bacaan, microteaching, dan tahfidz dilaksanakan di Gedung I dan II SDIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug.
Sertifikasi ini diikuti oleh guru Al-Qur’an dari unit TK dan SDIT Al-Irsyad Ciledug. Tujuannya adalah memastikan setiap guru memiliki standar kompetensi yang baik dalam aspek bacaan, hafalan, serta metode pengajaran Al-Qur’an sesuai SOP Tartily.
Ketua MPP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Ustaz Dr. Nandi Mulyadi, M.Pd., menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan langkah penting untuk menjaga kualitas para pengajar Al-Qur’an.

“Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah ikhtiar kita untuk memastikan bahwa setiap guru yang berdiri di hadapan siswa adalah guru yang mutqin bacaannya, kuat hafalannya, dan benar metodologinya sesuai SOP Tartily yang telah kita sepakati,” ujar Ustaz Dr. Nandi Mulyadi.
Rangkaian Sertifikasi Selama Dua Hari
Hari Pertama – Rabu, 4 November 2026

Kegiatan diawali dengan pembukaan bersama jajaran MPP dan PC Al-Irsyad Ciledug pada pukul 08.00 WIB di Masjid Baitul Hidayah Umar Bin Khattab.
Selanjutnya, peserta mengikuti tes tertulis yang mencakup empat materi, yaitu tajwid, makharijul huruf wa shifatuhu, gharaibul mushaf, dan metodologi pengajaran Al-Qur’an.
Rangkaian dilanjutkan dengan pemaparan materi SOP Tartily oleh Ustaz Ibnu Rochi Syakiran, Lc., pada pukul 10.15–11.30 WIB. Materi ini menjadi penguatan pemahaman peserta terhadap standar dan metode pembelajaran Al-Qur’an yang diterapkan.
Setelah itu, peserta mengikuti praktik tahsin Al-Qur’an yang meliputi tajwid, fawatih as-suwar, makharijul huruf, shifatul huruf, gharib, dan naghamah. Pada sore harinya, peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk mengikuti tes bacaan Al-Qur’an secara individual.
Hari Kedua – Kamis, 5 November 2026
Pada hari kedua, sertifikasi berfokus pada kemampuan praktik mengajar dan hafalan Al-Qur’an.
Dalam tes microteaching, peserta dinilai berdasarkan persiapan kegiatan belajar mengajar (lesson plan), penerapan Pendekatan 7 T, penguasaan materi, serta kemampuan manajemen kelas. Peserta yang tidak sedang menjalani penilaian turut berperan sebagai murid dalam praktik pembelajaran.

Selanjutnya, peserta mengikuti tes praktik tahfidz dengan target minimal tiga juz. Penilaian meliputi setoran sekali duduk untuk Juz 30, sambung ayat, serta setoran acak ayat. Seluruh rangkaian tes hafalan dilaksanakan dalam tiga sesi hingga penutupan resmi pada pukul 16.00 WIB.
Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan Al-Qur’an
Melalui empat tahapan sertifikasi tersebut, PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug berharap dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru Al-Qur’an, baik dalam ketepatan bacaan, kekuatan hafalan, maupun kemampuan menerapkan metode pembelajaran sesuai standar Tartily.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug dalam menghadirkan pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas, terarah, dan berkesinambungan.
Dengan adanya standarisasi ini, diharapkan para guru tidak hanya memiliki kemampuan mengajar yang baik, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam mencintai, membaca, menghafal, dan mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi penerus.





