Ciledug, 26 September 2026 — Dalam rangka mensyukuri perjalanan 112 tahun Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Lembaga Pendidikan dan Pengajaran (LPP) Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug menggelar GEMA (Gelar Maslahat) di Wijaya Sakti Convention Hall Ciledug, Jl. Merdeka Barat, Ciledug Kulon.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Cabang, Ketua LPP, PCW, murid dan wali murid Al-Irsyad Al-Islamiyyah Ciledug, serta para tamu undangan dari Al-Irsyad Al-Islamiyyah Lemahabang, Kota Cirebon, dan perwakilan TK B se-Kecamatan Ciledug.
Mengusung tema Lintasan Sejarah sebagai Siklus Belajar, GEMA tidak hanya menjadi perayaan milad, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan gagasan tentang belajar sebagai sebuah siklus: mengalami, merefleksikan, merancang, lalu melakukan kembali.
Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai ruang dengan fungsi yang berbeda.

Bagi murid, GEMA menghadirkan Stage Utama, Pameran Karya, dan Pasar Karya. Stage Utama menjadi ruang bagi murid untuk tampil dan menyampaikan pesan, ide atau gagasan yang sudah mereka pelajari dalam berbagai cara (syarhil quran, drama, presentasi, performance art, pidato). Pameran Karya menjadi ruang untuk menunjukkan kreativitas dan hasil belajar berupa produk fisik (lukisan, kekriyaan, alat peraga belajar). Sedangkan Pasar Karya memberikan pengalaman bahwa produk hasil belajar dapat memberi keuntungan ekonomis dan manfaat bagi orang lain.

Sementara bagi tamu dan pengunjung, tersedia GEMA Challenge, Creative Space, dan Area Bermain. GEMA Challenge memantik pengunjung untuk berefleksi lewat pertanyaan & tantangan. Creative Space memberikan ruang untuk mencoba dan membuat karya sendiri, sedangkan Area Bermain menjadi ruang ekspresi dan memberi pengalaman berinteraksi antar anak-anak.
Rangkaian ruang tersebut menggambarkan bahwa proses belajar tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi terus bergulir berkesinambungan melalui pengalaman, refleksi, eksperimen, tindakan, hingga muncul pembelajaran baru.
Semangat ini memiliki akar kuat dalam Islam, salah satunya melalui QS. Al-‘Alaq ayat 1–5, yang mengingatkan bahwa Allah mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Dalam perjalanan sejarahnya, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, yang diinisiasi oleh Syekh Ahmad Surkati, menjadi salah satu ikhtiar dalam meneruskan tradisi pendidikan dan pembelajaran tersebut.
Kini, tanggung jawab itu berada pada generasi hari ini untuk terus belajar, berkarya, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
GEMA menjadi pengingat bahwa dari pengalaman lahir pembelajaran, dari pembelajaran lahir karya, dan dari karya diharapkan hadir manfaat.
Belajar tidak berhenti pada satu generasi. Ia terus tumbuh dan berkembang sesuai zamannya, diteruskan, dan menciptakan maslahat bagi sekitar.




